Bisnis  

UMKM Warga Binaan Lapas Garut Tembus Pasar Eropa

Ekspor 8.500 produk dan libatkan 200 warga binaan, Lapas Garut mantapkan langkah menuju program “Go Dunia 2026.”

GARUT — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut mencatat capaian signifikan dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Sepanjang 2025, unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam lapas tersebut berhasil menembus pasar Eropa melalui ekspor ribuan produk, sekaligus menguatkan langkah menuju program “Lapas Garut Go Dunia 2026.”

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa sedikitnya 200 warga binaan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan UMKM.

Produk unggulan berupa coir shade berbahan serat kelapa tercatat telah diekspor sebanyak 10 kali ke pasar Eropa dengan total 8.500 unit terkirim.

“Ini membuktikan bahwa tembok lapas bukan penghalang lahirnya karya berdaya saing global,” ujar Rusdedy, dikutip dari siaran tertulis, Rabu, (7/1/2025).

Selain coir shade, warga binaan juga memproduksi 36 ribu potong tahu, ribuan produk konveksi seperti tas ransel, seragam, dan jas almamater, serta mengembangkan roastery kopi yang menghasilkan 2.600 sachet kopi. Di sektor kreatif, UMKM lapas turut memproduksi batik tulis, roti, hingga layanan pangkas rambut.

Program UMKM tersebut terintegrasi dengan ketahanan pangan. Warga binaan dilibatkan dalam pertanian padi dan jagung, peternakan ayam dan domba, perikanan lele dan nila, serta pengolahan sampah organik. Sepanjang 2025, puluhan ton pangan berhasil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan internal dan mendorong ekonomi produktif lapas.

Dari sisi tata kelola, Lapas Garut mencatat realisasi anggaran 98,78 persen dengan IKPA 100 persen, serta kenaikan PNBP sebesar 72,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami ingin warga binaan kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan mental wirausaha, bukan stigma. Ketika produk mereka menembus pasar internasional, itu bukti keberhasilan pembinaan,” terangnya.

Memasuki 2026, Lapas Garut menyiapkan pembangunan Galeri UMKM, pengembangan peternakan skala besar, serta perluasan jejaring pasar untuk memperkuat branding Go Dunia.

“Dengan fondasi yang ada, kami optimistis pada 2026 Lapas Garut mampu menembus pasar dunia,” pungkasnya.