LUMAJANG, INDONEWSIA.ID — Aktivitas banjir lahar hujan kembali terjadi di Gunung Semeru, Jawa Timur. Getaran akibat aliran material vulkanik bercampur air hujan terpantau berlangsung selama beberapa jam dan berdampak pada meningkatnya debit sungai yang berhulu di kawasan gunung, Minggu (21/12/2025).
Petugas Pos Pemantauan Gunung Semeru mencatat adanya getaran banjir lahar dengan durasi panjang disertai aktivitas kegempaan lain. “Selama periode pengamatan siang hingga sore, terekam getaran banjir lahar dengan durasi lebih dari tiga jam, bersamaan dengan aktivitas gempa letusan dan guguran,” ujar Petugas Pos Pemantau Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan pengamatan tertulis yang diterima, Senin (22/12/2025).
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut sehingga aktivitas kawah tidak teramati. Kondisi cuaca di kawasan lereng relatif cerah hingga berawan, namun hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah puncak dan menjadi pemicu utama banjir lahar hujan.
Di media sosial, beredar luas sejumlah video yang memperlihatkan kepanikan warga saat aliran lahar mengalir deras di sungai. Video lain juga menunjukkan seorang penambang dilaporkan sempat terjebak arus lahar dingin di salah satu alur sungai yang berhulu di Semeru.
Mengutip keterangan dari laman resmi BPBD Jawa Timur, aparat kebencanaan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan warga di wilayah rawan.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mendekati daerah aliran sungai serta mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga Minggu malam belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
“Aliran lahar cukup deras, sehingga warga dan penambang kami minta menjauh dari sungai,” katanya.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Siaga (Level IV). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak, serta menjauhi bantaran sungai karena potensi lahar dan awan panas masih terbuka, terutama saat hujan turun di kawasan hulu.










