Gus Yahya Tegaskan Islah Berbasis Kebenaran demi Keutuhan NU

Avatar photo

KEDIRI, INDONEWSIA.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyerukan penguatan keutuhan Jam’iyah Nahdlatul Ulama menyusul Musyawarah Kubro para kiai sepuh dan Mustasyar NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025).

Seruan tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan PBNU bernomor 4933/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 tentang Meneguhkan Keutuhan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Surat itu diterbitkan sebagai tindak lanjut atas kesimpulan Musyawarah Kubro yang merupakan pertemuan lanjutan setelah sebelumnya digelar di Pesantren Ploso dan Tebuireng.

Dalam pernyataannya, Gus Yahya menyampaikan apresiasi kepada para kiai sepuh dan Mustasyar NU atas kepedulian dan kegigihan mereka dalam mengupayakan islah serta mencari solusi terbaik bagi organisasi. Ia menilai Musyawarah Kubro menjadi wujud tanggung jawab moral para sesepuh dalam menjaga marwah NU.

Gus Yahya juga menyoroti sikap Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang dinilainya tertutup dan tidak membuka ruang tabayun dengan para kiai sepuh dan Mustasyar. Ia mengajak jajaran Rais dan Katib Syuriyah PBNU untuk mengambil sikap yang selaras dengan taujihat para sesepuh agar kebuntuan organisasi tidak berlarut-larut.

Selain melalui surat pernyataan, Gus Yahya dalam pidatonya di Musyawarah Kubro Lirboyo menegaskan bahwa sejak awal dirinya menginginkan islah. Namun, ia menekankan bahwa islah harus dibangun di atas kebenaran, bukan kebatilan.

“Sejak awal, sejak detik pertama, saya menginginkan islah. Dan saya siap berislah bina’an ‘alal haq, bukan bina’an ‘alal bathil,” ujar Gus Yahya di hadapan para kiai sepuh.

Menurutnya, perdamaian internal NU tidak boleh mengorbankan nilai, prinsip, serta marwah jam’iyah. Ia menegaskan keterbukaannya untuk melakukan klarifikasi dan tabayun atas berbagai tudingan dengan cara yang jujur, objektif, dan berbasis fakta.

“Saya senantiasa terbuka untuk memberikan klarifikasi terhadap apa pun yang dituduhkan kepada saya, dengan menghadirkan bukti dan saksi yang diperlukan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyatakan sikap taslim terhadap aspirasi struktural NU di daerah. Ia menyebut suara PWNU dan PCNU se-Indonesia sebagai denyut nyata jam’iyah yang harus dihormati.

“Saya sepenuhnya taslim kepada apa yang disepakati oleh PWNU dan PCNU seluruh Indonesia, seraya berharap taujihat dari Dewan Mustasyar,” ujarnya.

Sementara itu, Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo menghasilkan tiga rekomendasi utama. Dan berikut ini adalah rekomendasinya : KLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *