ACEH, INDONEWSIA.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh sejak Selasa (23/12) sore menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, pada Rabu (24/12) malam.
Luapan air sungai mengakibatkan 22 desa (gampong) di empat kecamatan terendam. Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, Bandar Dua, dan Panteraja.
Di Kecamatan Meurah Dua, luapan air sungai merendam delapan gampong, yakni Dayah Usen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Beuringen.
Sementara di Kecamatan Meureudu, banjir menggenangi empat gampong, yaitu Berawang, Meunasah Lhok, Grong-grong Beracan, serta Mesjid Tuha–Lhokga. Di Kecamatan Bandar Dua, luapan air merendam sembilan gampong, antara lain Juelanga, Alue Keutapang, Paya Pisang Klat, Alue Mee, Babah Krueng, Blang Kuta, Drien Tujoh, Alue Sane, dan Gahru.
Adapun di Kecamatan Panteraja, banjir menggenangi dua gampong, yakni Mesjid Panteraja dan Teungoh.
Salah seorang warga, M Ikbal, menyampaikan hujan deras yang berlangsung sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat dengan cepat.
“Hujan turun sejak sore dan tidak berhenti, air sungai meluap hingga masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Warga di Kecamatan Bandar Dua menyebut ketinggian air terus bertambah dan merendam sejumlah rumah. Sebagian warga memilih bertahan sambil mengamankan barang-barang berharga.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan kenaikan debit air sungai namun sejumlah dokumentasi evakuasi dan debit air yang terus meninggi sudah beredar luas di media sosial.









