BAJA: Transjakarta Makin Bertaraf Internasional di Bawah Welfizon

Perluasan Layanan hingga Jabodetabek dan Peningkatan Fasilitas Dinilai Perkuat Jakarta sebagai Kota Global

Avatar photo

Jakarta – Ketua Umum BAJA, Raden Lintang, mengapresiasi transformasi layanan transportasi publik yang dilakukan PT Transjakarta di bawah kepemimpinan Direktur Utama Welfizon Yuza.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dalam kegiatan “Setahun Mas Pram – Bang Doel Menjawab Harapan Jakarta” di Gedung Sanggar Krida Wanita, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (13/2).

Lintang mengatakan, Transjakarta kini berkembang pesat dan menunjukkan standar pelayanan yang semakin bertaraf internasional.

“Di bawah kepemimpinan Pak Welfizon, Transjakarta berkembang luar biasa. Jangkauannya semakin luas, tidak hanya melayani wilayah DKI Jakarta, tetapi sudah menjangkau Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Menurutnya, perluasan jaringan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan aglomerasi Jabodetabek sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global yang modern dan terintegrasi.

Ia menambahkan, peningkatan tidak hanya terlihat dari sisi rute dan armada, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah halte, kata Lintang, kini telah dilengkapi fasilitas toilet dan musala. Selain itu, petugas Transjakarta dinilai semakin sigap dalam membantu penumpang, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.

“Transformasi ini bukan hanya soal rute dan armada, tetapi juga kualitas pelayanan. Kehadiran fasilitas yang lebih lengkap serta petugas yang sigap menunjukkan Transjakarta semakin profesional dan berkelas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Reinhard Sirait, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E Raden Gusti Arief Yulifard, serta Kepala Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) M. Tsani Annafari.

Lintang berharap, capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga Transjakarta semakin menjadi tulang punggung mobilitas warga serta simbol kemajuan transportasi publik Jakarta.