JAKARTA | Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan strategi pengendalian banjir di Jakarta melalui kanal YouTube Tema Indonesia. Salah satu strategi yang diterapkan adalah membangun taman yang bisa menampung air hujan. Menurut Anies, pengelolaan sungai menggunakan Key Performance Indicator (KPI) untuk memastikan apakah banjir disebabkan oleh kesalahan pengelolaan atau faktor cuaca.
“Kalau Sungai Ciliwung di bawah kapasitas 900 tapi kampung di sekitarnya masih banjir, berarti ada kesalahan DKI. Wong itu di bawah kapasitas kok banjir,” kata Anies dikutip indonewsia, Rabu (12/11/2025).
Ia menambahkan, KPI membantu mengevaluasi sistem pengendalian: “Kalau di bawah kapasitas terjadi banjir, salah kita. Kalau di atas kapasitas dan terjadi banjir, KPI-nya berapa jam sampai kering.” terangnya.
Strategi lainnya adalah konsep ruang limpah sungai, di mana taman atau waduk dibangun lebih rendah dari permukaan sungai yang fungsinya bisa menjadi penampung air hujan maupun air sungai. “supaya ketika hujan air sungai mengendangi taman, bukan kampung,” jelas Anies. Seperti beberapa lokasi seperti Waduk Brigif dan Waduk Lebak Bulus yang dirancang demikian untuk menampung air saat hujan deras, dan berguna sebagai taman bermain saat aliran air rendah.
“Ketika aliran air rendah, volumenya ditutup sehingga daerah ini bisa dipakai untuk main-main. Nanti saat hujan besar, dibuka untuk menampung air,” tutup mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.









