Glodok Semarak Imlek 2026, Benteng Walking Tour Batch 72 Hadir di Hari Valentine

Menekankan edukasi, nostalgia, dan pengalaman menyenangkan untuk muda-mudi maupun orang tua.

Avatar photo

JAKARTA – Menyambut Imlek 2026, Glodok kembali hidup dengan Benteng Walking Tour batch 72, digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026. Tur ini mengajak peserta menelusuri lorong-lorong bersejarah, kelenteng, gereja, masjid, museum, pasar tradisional, dan sekaligus belajar budaya minum teh ala Tiongkok. Kebetulan, tur kali ini bertepatan dengan Valentine’s Day, menambah keseruan bagi peserta yang datang berpasangan maupun keluarga yang ingin bernostalgia.

Perjalanan dimulai di Pantjoran Tea House, pusat teh legendaris di Glodok. Peserta belajar filosofi minum teh Tionghoa, mulai dari pemilihan daun teh, teknik menyeduh, hingga cara menikmati aroma dan rasa teh secara otentik. Pantjoran Tea House berdiri sejak awal abad ke-20 dan menjadi saksi perdagangan teh yang berkembang pesat di Pecinan.

Pasangan bisa duduk berdua menikmati secangkir teh hangat, sementara orang tua mengenang pengalaman masa lalu mereka di Glodok. Selanjutnya, peserta berjalan melalui Gang Gloria, lorong sempit yang masih mempertahankan bangunan kolonial dan etnik Tionghoa. Gang ini dulunya jalur perdagangan barang antik dan rempah, di mana pedagang menata dagangan mereka.

Mengamati fasad rumah dan jendela kayu kuno, pengunjung seakan menembus waktu, membayangkan kehidupan Glodok era kolonial.
Tur kemudian menyinggahi Kelenteng Tan Seng Ong dan Kelenteng Toa Se Bio, pusat ibadah komunitas Tionghoa sejak abad ke-18. Arsitektur klasik dengan ukiran kayu halus dan patung dewa yang terawat rapi menjadi simbol keberlangsungan tradisi masyarakat Tionghoa.

Dekat situ, peserta juga diajak mengunjungi Masjid Kalipasir, masjid bersejarah yang telah menjadi tempat ibadah warga Muslim Glodok selama beberapa generasi, mencerminkan pluralitas dan harmoni sosial kawasan ini.

Selanjutnya, peserta diajak ke Museum Benteng Heritage, yang menyimpan artefak kolonial, peta kuno, foto-foto lama Glodok, dan kisah perdagangan serta migrasi komunitas Tionghoa. Museum ini menjadi saksi bisu perkembangan Glodok dari pelabuhan dagang menjadi pusat pecinan yang hidup.

Tur juga mencakup Pasar Lama Glodok, jantung kuliner tradisional yang menawarkan aneka jajanan, rempah, kue Imlek, dan oleh-oleh khas. Peserta bisa mencicipi bakpau, kue keranjang, dan camilan legendaris lain sambil menyaksikan aktivitas pedagang yang tak pernah sepi. Suasana pasar yang ramai, lampion merah, dan aroma kue Imlek menghadirkan sensasi meriah yang pas untuk dinikmati bersama pasangan, keluarga, maupun teman.

Puncak tur berada di Petak 6, pusat perdagangan tradisional sekaligus lokasi belajar Gong Fu Cha, teknik menyeduh teh ala Tiongkok. Peserta merasakan proses menyeduh teh yang presisi, sambil menikmati aroma teh yang menenangkan. Setiap peserta juga menerima Free Tea Pack sebagai kenang-kenangan.

Penyelenggara adalah Esla Novias seorang konten kreator peranakan tionghua dan benteng walking tour dengan durasi tur sekitar 120–150 menit dengan sistem pay as you like, sehingga peserta membayar sesuai kepuasan.

Benteng Walking Tour batch 72 menghadirkan Imlek yang otentik, kaya sejarah, tradisi, kuliner, dan edukasi yang kebetulan kali ini bertepatan dengan Valentine’s Day. Kegiatan ini bisa menjadi rekomendasi bagi semua umur maupun pasangan.

Dengan lorong-lorong bersejarah, kelenteng kuno, gereja, masjid, museum, pasar kuliner, dan pengalaman teh tradisional, tur ini menghadirkan sensasi nostalgia bagi Mami Papi, Oma dan opa sekaligus pengalaman budaya yang menarik bagi generasi muda.

Glodok tampak hidup, meriah, dan siap dinikmati sebagai destinasi wisata budaya menjelang Imlek 2026.
Informasi pendaftaran dapat diakses melalui linktr.ee/bentengwalkingtour.