Hilmar Farid Ungkap Arah Baru Kota Tua: IKJ Pindah, Disiapkan Jadi University Town Jakarta

Avatar photo

Jakarta — Sejarawan sekaligus dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Hilmar Farid, mengungkapkan gambaran besar rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pemindahan IKJ dan revitalisasi kawasan Kota Tua. Rencana tersebut menjadi bagian dari visi besar Pemprov di bawah Gubernur Pramono Anung untuk menghidupkan kembali Kota Tua sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.

Hilmar menyampaikan apresiasinya atas undangan dan keterbukaan Pemprov DKI dalam mendiskusikan rencana ini. Menurutnya, kawasan Kota Tua yang memiliki luas sekitar 130 hektare hingga kawasan pelabuhan menyimpan potensi besar, meski saat ini revitalisasi masih terfokus di sekitar kawasan Taman Fatahillah.

Salah satu rencana terdekat adalah pemanfaatan gedung bekas arsip Bank Mandiri yang berada di sebelah Museum Wayang untuk menjadi lokasi baru IKJ. Gedung eks perbankan tersebut dinilai ideal untuk pengembangan pendidikan vokasi seni, khususnya bidang teknikal seperti tata panggung, pencahayaan, dan tata suara, yang membutuhkan banyak praktik lapangan.

Lebih jauh, Hilmar memaparkan visi besar Pemprov DKI yang ingin menjadikan Kota Tua sebagai kawasan dengan pengelolaan terpadu. Selama ini, revitalisasi Kota Tua kerap terhambat karena kepemilikan aset yang tersebar—sekitar 60 persen dimiliki BUMN, sebagian oleh Pemprov DKI, dan sekitar 30 persen lainnya milik warga. Konsolidasi aset menjadi tantangan utama.

“Yang menarik, Mas Pram berhasil mengumpulkan para pemilik aset terbesar, khususnya BUMN, dan menyepakati pengelolaan satu atap ke depan,” ujar Hilmar dikutp dari saluran youtube The Thamrins, Rabu, (17/12/2025).

Dari diskusi tersebut, muncul gagasan menjadikan Kota Tua sebagai university town. Konsep ini dikaji melalui riset bersama dan penjajakan dengan berbagai perguruan tinggi. Hingga kini, diskusi telah dilakukan dengan sekitar sembilan kampus, termasuk beberapa dari luar negeri, yang menunjukkan minat untuk terlibat.

Hilmar menilai konsep kota mahasiswa menjadi solusi atas persoalan klasik Kota Tua: bagaimana menjaga arus kunjungan yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu menghidupkan kawasan sepanjang waktu, sebagaimana terjadi di kawasan pendidikan seperti Depok atau Jatinangor.

Dari sisi infrastruktur, Kota Tua dinilai sangat ideal karena terintegrasi dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Bahkan, terdapat rencana penguatan kembali jalur kereta bandara hingga kawasan Ancol, yang akan semakin memperkuat konektivitas kawasan tersebut.

“Kalau percepatan ini berjalan dan target 2029 tercapai, pertumbuhannya bisa melampaui banyak university town lain. Kota Tua ini sudah hidup, tinggal ditata,” kata Hilmar.

Terkait pengelolaan, Pemprov DKI tengah menyiapkan skema single authority atau otoritas tunggal yang akan menangani pengelolaan kawasan, termasuk transaksi dan kerja sama. Meski demikian, Hilmar mengakui masih ada pekerjaan rumah besar di sisi regulasi, terutama karena proses di BUMN membutuhkan waktu panjang.

“Regulasi ini sedang diidentifikasi, mungkin PR sampai 2029. Tapi IKJ bisa jalan lebih dulu,” pungkasnya.