JAKARTA — Ketua Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY), mengapresiasi sikap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo yang menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai persoalan warisan pemerintahan sebelumnya tanpa ambisi menciptakan legasi baru.
Menurut SGY, pernyataan Gubernur Pramono yang disampaikan melalui unggahan media sosial pagi ini menunjukkan karakter kepemimpinan yang rendah hati, visioner, serta menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama.
“Sikap Gubernur Pramono ini patut dihargai. Beliau tidak sibuk mencari nama atau membuat proyek baru hanya untuk dikenang, tetapi fokus menuntaskan pekerjaan yang tertunda demi kepentingan masyarakat Jakarta,” ujar SGY di Jakarta, Jumat (12/12).
SGY menjelaskan bahwa langkah Pramono menjadi contoh baik bahwa tata kelola pemerintahan harus berjalan berkesinambungan. Sejumlah persoalan lama yang diangkat Pramono membuktikan bahwa ia bekerja dengan pendekatan kolaboratif, bukan konfrontatif.
Monorail dan penataan Jalan Rasuna Said, yang sebelumnya disampaikan langsung oleh mantan Gubernur Sutiyoso (Bang Yos). Pramono memastikan proyek tersebut tuntas dan pembongkaran struktur monorail dimulai Januari 2025.
Akses transportasi Jakarta International Stadium (JIS), sebagai bagian dari legasi Anies Baswedan. Pramono berinisiatif mengusulkan agar KRL dapat berhenti tepat di bawah area JIS. Usulan tersebut disetujui dan akan mulai beroperasi dalam beberapa minggu ke depan.
Pembangunan jembatan penghubung JIS–Ancol sepanjang 350 meter, yang selama bertahun-tahun terhambat ego sektoral antarinstansi.
Penataan Kalijodo, yang sempat kembali menurun kondisinya. Pramono memastikan kawasan tersebut kembali berfungsi sebagai ruang terbuka ramah keluarga, sesuai konsep yang dimulai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Penyelesaian persoalan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) yang telah berlarut selama 10 tahun, agar tidak lagi menimbulkan potensi masalah hukum.
Menurut SGY, langkah Gubernur Pramono ini menghadirkan harapan baru bagi tata kelola Jakarta dan harus dicontoh.
“Beliau menunjukkan bahwa memimpin bukan soal ambisi pribadi, tetapi soal keberlanjutan pembangunan. Ini contoh yang sangat baik bagi pemimpin daerah maupun nasional,” ujar SGY.
SGY menambahkan, masyarakat Jakarta patut bersyukur memiliki pemimpin yang menomorsatukan penyelesaian masalah, bekerja secara elegan, dan menghindari konflik dengan kebijakan para pendahulunya.
“Kami dari KATAR mendukung penuh cara kerja Gubernur Pramono. Semoga beliau diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus menjalankan amanah warga Jakarta,” tutur SGY.









