Jakarta — Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) menggelar Tabligh Akbar dan doa bersama di Parkir Timur Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud solidaritas bagi para korban banjir di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra, sekaligus rangkaian Apel Siaga “Jaga Jakarta” bersama Polda Metro Jaya dalam rangka menyambut HUT ke-27 BPPKB Banten.
Ribuan peserta hadir mengikuti rangkaian acara yang diisi istighasah, doa bersama, serta santunan anak yatim. Sejumlah tokoh Banten turut hadir, di antaranya putra KH Abuya Muhtadi, jajaran ulama, pengurus BPPKB, unsur Forkopimda, serta warga Banten yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Umum BPPKB Banten, KH Zulha Mustofa, dalam nasihatnya menegaskan bahwa Banten identik dengan nilai kesantrian dan nasionalisme. Ia mengingatkan seluruh keluarga besar BPPKB untuk senantiasa menjaga tradisi, akhlak, dan jati diri Banten di mana pun berada.
Menurutnya, warga Banten yang merantau dengan berbagai profesi harus tetap berpegang pada nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, serta tidak melupakan kampung halaman. Perhatian kepada para korban bencana di Aceh dan Sumatra, lanjutnya, merupakan tanggung jawab kemanusiaan yang harus diwujudkan melalui doa dan aksi nyata.
“Karena BPPKB itu ada di Jakarta, kita tahu Jakarta adalah kota metropolitan dengan keberagaman suku. Kita harus bisa memposisikan diri dengan baik. Saya berharap BPPKB Jakarta bisa harmonis dengan siapa pun. Kita harus tunjukkan bahwa warga Banten bisa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD BPPKB Banten DKI Jakarta, Adi Kurniaetiadi, menjelaskan bahwa BPPKB saat ini merupakan organisasi berskala nasional. Ia mengajak seluruh elemen organisasi kemasyarakatan untuk bersatu menjaga stabilitas, keamanan, dan harmonisasi di Ibu Kota yang majemuk.
“Acara ini merupakan kelanjutan Apel Siaga ‘Jaga Jakarta’. Saat terjadi kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu, BPPKB hadir di lapangan. Inilah BPPKB yang bisa memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. BPPKB sangat militan demi NKRI,” ucapnya.
Adi Kurnia Setiadi yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana menyampaikan bahwa seluruh donasi yang terkumpul akan dihitung secara terbuka dan disalurkan kepada para korban bencana. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Polda Metro Jaya dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
Acara ditutup dengan doa dan istighasah yang dipimpin para ulama untuk keselamatan serta pemulihan wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatra.










