DEPOK, — Pemerintah Kota Depok terus memperkuat arah pembangunan yang inklusif dengan melibatkan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi kebijakan yang berpihak pada semua lapisan masyarakat.
Kegiatan bertajuk “Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) Perempuan dan Kelompok Rentan” digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) di Koat Coffee, Selasa (11/11/2025). Forum tersebut menjadi wadah inklusif untuk menyerap aspirasi kelompok rentan menjelang penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2027.
Staf Ahli Wali Kota Depok Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Diah Sa’diah, mengatakan kegiatan Kongko Inklusif merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Ia menekankan pentingnya prinsip inklusif agar pembangunan tidak meninggalkan kelompok mana pun.
“Masukan dari forum ini akan kami bawa ke tahap Musrenbang. Harapannya, pembangunan Depok benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk difabel dan perempuan,” ujarnya.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Sekretaris Bappeda Kota Depok, Muhamad Fahrizal, dan psikolog Universitas Gunadarma, Meity Arianty, yang membahas pemberdayaan sosial dan mental bagi penyandang disabilitas.
Wakil Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Depok, Zaldi Sonata, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkot Depok. Ia menilai kebijakan seperti Rumah Kreasi Anak Inklusi (RKAI) dan Sekolah Pra Nikah Braille merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap hak-hak difabel.
“Kami berharap Pemkot juga membuka peluang karier melalui rekrutmen CPNS dan PPPK bagi penyandang disabilitas,” katanya.
Sekretaris Bappeda, Muhamad Fahrizal, memastikan seluruh masukan komunitas akan menjadi bahan penyusunan RPD 2027.
“Kami ingin memastikan kelompok rentan punya ruang yang sama dalam pembangunan. Depok harus jadi kota yang benar-benar inklusif,” ucapnya.









