83 Stasiun KRL Jabodetabek Kini Layani Pembayaran QRIS : Transjakarta Juga

Avatar photo
oplus_2

JAKARTA — Sebanyak 83 stasiun KRL Jabodetabek kini resmi melayani sistem pembayaran digital QRIS Tap NFC, memudahkan pengguna melakukan transaksi cukup dengan menempelkan ponsel di gate masuk dan keluar tanpa perlu memindai kode secara manual.

PT KAI Commuter menjelaskan, penerapan QRIS Tap NFC merupakan bagian dari transformasi digital layanan transportasi publik. Teknologi ini memungkinkan transaksi otomatis melalui aplikasi e-wallet dan mobile banking yang telah mendukung fitur QRIS Tap, sehingga penumpang dapat bepergian dengan lebih cepat, aman, dan higienis.

“Sekarang naik Commuter Line makin simpel! Gunakan aplikasi pembayaran favoritmu, pilih QRIS Tap, lalu tempelkan smartphone di gate masuk dan keluar,” demikian dikutip dari akun resmi commuterline, Jumat (7/11/2025).

Tak hanya di Jabodetabek, layanan QRIS Tap NFC juga telah diterapkan di 17 stasiun KRL Yogyakarta, serta pada moda transportasi lain seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan Transjakarta. Dengan sistem ini, pengguna dapat berpindah antar moda cukup dengan satu perangkat ponsel tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu transportasi tambahan.

Pemerintah bersama operator transportasi berharap inovasi pembayaran digital ini mampu mendorong efisiensi sistem tiket lintas moda sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik berbasis teknologi. Melalui integrasi QRIS Tap NFC, Indonesia terus melangkah menuju layanan mobilitas modern dan kota pintar yang lebih terkoneksi.

Namun berdasarkan pantauan redaksi, layanan QRIS Tap NFC masih menemui kendala di moda Transjakarta yang belum sepenuhnya terintegrasi. Sejumlah pelanggan masih harus antre dan mengandalkan kartu JakLingko, seperti di Halte Busway Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat pagi.

Meski demikian, sebagian pengguna tetap optimistis.

“One System One Payment, it’s good, tapi untuk Transjakarta saya berharap kegunaan kartu JakLingko ini tidak hilang begitu saja,” ujar Nabhilla (22), mahasiswi pengguna Transjakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *