Menuju Fase Smart Mobility, Transjakarta Targetkan 400 Juta Pelanggan di 2025

Avatar photo
oplus_2

JAKARTA – PT Transjakarta menargetkan kenaikan jumlah penumpang pada tahun depan. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan pada 2024 Transjakarta telah melayani 372 juta pelanggan.

“Tahun ini targetnya lebih dari 400 juta,” ujar Welfizon dalam forum Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta, Kemarin (4/11/2025).

Ke depan, lanjut Welfizon, Transjakarta tengah menyiapkan fase smart mobility, yaitu sistem transportasi terintegrasi berbasis teknologi dengan warga sebagai pusat layanan.

“Transjakarta bukan hanya customer centric, tapi juga citizen centric,” terangnya. Selain itu, Transjakarta juga memperkuat perannya dalam urban tourism melalui layanan bus wisata atap terbuka.

“Sudah saatnya orang datang ke Jakarta untuk menikmati kotanya, dan Transjakarta siap menjadi wajah kota,” imbuhnya.

Welfizon menambahkan, dalam 10 tahun terakhir Transjakarta telah mengalami transformasi besar sejak beralih dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada 2015. Setahun kemudian, pendekatan operasional bergeser dari operational driven menjadi customer driven.

“Sekarang semua pihak menyebut pengguna sebagai pelanggan, bukan lagi penumpang,” ujarnya. Perubahan paradigma itu mengubah fokus dari jumlah bus yang beroperasi menjadi jumlah pelanggan yang terlayani.

Kini jangkauan layanan Transjakarta mencapai 91,8 persen wilayah Jakarta, atau sekitar 9 dari 10 warga dapat menjangkau halte dalam 5–10 menit berjalan kaki. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ), mengapresiasi kemajuan sistem transportasi Jakarta yang dinilainya telah melampaui Kuala Lumpur, Bangkok, dan Manila.

Menurut MTZ, perbaikan layanan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari menjaga tarif tetap terjangkau, memastikan keamanan dan kenyamanan, hingga menciptakan sistem transportasi yang manusiawi.
“Menjelang usia 500 tahun, Jakarta harus menghadirkan mobilitas publik yang semakin baik dan efisien,” tuturnya.

MTZ menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan, serta kolaborasi lintas lembaga. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup kota berkelanjutan.

“Transjakarta, MRT, dan LRT telah menghadirkan layanan yang lebih manusiawi. Ini kemajuan besar, dan harus terus diperbaiki,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *