JAKARTA – Olahraga padel tengah menjadi sorotan baru di kalangan publik Indonesia. Dari para selebritis hingga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tren padel kini berkembang pesat dan makin diminati masyarakat urban. Permainan raket yang unik ini awalnya populer di kalangan bule di Bali, dan kini telah diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai cabang olahraga (cabor) baru.
Olahraga padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969 sebagai kombinasi antara tenis dan squash. Di Indonesia, padel mulai dikenal pada akhir 2010-an melalui komunitas ekspatriat asal Spanyol dan Argentina di Jakarta dan Bali. Lapangan pertama padel dibangun di klub-klub eksklusif dan resort di kedua kota tersebut. Bali menjadi gerbang utama penyebaran padel, hingga pada 2023–2024 terbentuk Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) yang resmi menjadi anggota Federasi Internasional Padel (FIP) dan diakui KONI Pusat.
Olahraga padel dimainkan di lapangan berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi tembok agar bola dapat memantul, seperti permainan squash. Pemain padel menggunakan raket tanpa senar yang memiliki lubang-lubang kecil dan bola mirip bola tenis. Permainan padel dilakukan secara ganda, dua lawan dua, dengan sistem skor 0–15–30 mirip tenis. Karakter permainan padel yang cepat, seru, dan mudah dipelajari membuatnya diminati berbagai kalangan, dari pemula hingga profesional.
Perkembangan Padel di Indonesia
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap padel, sejumlah lapangan baru bermunculan di Jakarta, Bali, dan Surabaya. Komunitas padel Indonesia pun semakin aktif menyelenggarakan turnamen dan sesi latihan bersama. Selain sebagai olahraga rekreasi, padel kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan yang senang berolahraga sambil bersosialisasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka DYA Community Padel Tournament 2025 di Lapangan MR. Padel, Ciputat Selatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (1/10/2025). Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansah serta Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar. Dalam sambutannya, Gubernur Pramono mengapresiasi penyelenggaraan turnamen padel ini sebagai wujud semangat kolaborasi komunitas olahraga Jakarta.
Menurut Gubernur Pramono, padel tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. “Sekarang ini Jakarta tengah menjadi destinasi sport tourism yang sedang naik daun. Rasanya belum lengkap jadi warga Jakarta kalau belum mencoba padel,” ujar Pramono. Ia juga berharap kegiatan padel seperti ini dapat menggerakkan UMKM sekitar dan memperkuat budaya kolaborasi di ibu kota.
Gubernur Pramono menilai meningkatnya minat terhadap padel turut memperkuat citra Jakarta sebagai kota sport tourism. Olahraga padel dianggap mewakili semangat warga kota yang aktif, sehat, dan kolaboratif. “Padel mencerminkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di tengah kesibukan metropolitan,” tuturnya.
Olahraga padel kini bukan hanya milik kalangan elit, tetapi sudah menjadi simbol gaya hidup modern yang inklusif dan positif. Dari Bali hingga Jakarta, dari selebritis hingga pejabat publik, padel terus menebar semangat baru dalam dunia olahraga Indonesia. Dengan semakin banyaknya turnamen dan komunitas yang tumbuh, padel diprediksi akan menjadi salah satu cabor unggulan di masa depan.









